Mengulik 'Miftha Wahdania's Writing Public!': Ketika Sajak Bertemu Desain
Mengulik 'Miftha Wahdania's Writing Public!': Ketika Sajak Bertemu
Desain - Halo, guys! Aku mau ajak kalian ‘mampir’ ke salah satu spot digital yang
kubuat, yaitu blogku sendiri yang kunamai Writing Public. Sebagai mahasiswa yang tiap hari berkutat dengan tugas, deadline,
dan sesekali butuh pelarian aesthetic, aku selalu mencari konten yang
bisa kasih refreshing sekaligus insight. Blog ini menyajikan
kombinasi yang unik.
Bagian I: 'Public' yang Penuh
Rasa – Zona Puisi dan Cerita
Begitu mendarat di laman blog,
kesan pertamanya adalah intim dan personal. Aku benar-benar menjadikan ini
sebagai 'ruang publik' untuk mencurahkan isi kepala. Konten utama di sini
adalah tulisan fiksi dan sastra: Puisi dan Cerpen.
Puisi: Barisan puisi terasa
jujur. Topiknya mungkin sering kalian temui—tentang patah hati, kerinduan, atau
observasi kecil tentang kehidupan sehari-hari—tapi aku membingkainya dengan
metafora sederhana yang langsung menusuk. Ibaratnya, aku tidak menggunakan
pedang besar, tapi jarum yang tepat sasaran. Vibes-nya cocok buat yang
lagi butuh teman merenung malam hari.
Cerpen: Narasi cerpen
mengalir. Aku membangun karakter dan suasana tanpa perlu deskripsi yang njlimet.
Sebagai pembaca, aku mengajak menyelam ke dalam konflik dan emosi dengan cepat,
persis seperti membaca diary teman sendiri.
Poin Plus Sastra: Aku
membuktikan kalau karya sastra nggak harus 'berat'. Aku membuatnya mudah
diakses tapi kaya rasa. Ini adalah contoh bagus bagaimana seorang penulis muda
bisa menjembatani jurang antara sastra klasik dan gaya komunikasi generasi
digital.
Bagian II: Dari Sajak ke
Kanvas Digital – Canva Corner
Nah, ini bagian yang bikin
blog ini jadi istimewa. Setelah larut dalam emosi di bagian fiksi, aku
menyambut kalian dengan konten tentang Desain Grafis menggunakan Canva. Ini
transisi yang keren!
Canva, Panduan Anti-Ribet:
Konten seputar desain Canva user-friendly. Sebagai mahasiswa yang sering
butuh template presentasi, infographic tugas, atau sekadar feeds
Instagram keren.
Fokus Praktis: Aku tidak hanya
membahas fitur dasar, tapi seringkali memberikan tips dan trik yang jarang kita
temui. Misalnya, cara memanfaatkan tool tertentu untuk menghasilkan efek
visual profesional, atau bagaimana memilih kombinasi warna yang ‘jual’ untuk branding
pribadi.
Bahasa yang To The Point:
Penjelasan teknisnya disajikan dengan bahasa yang sangat sederhana, jauh dari
istilah-istilah desain yang rumit. Jadi, buat kalian yang bener-bener
nol di dunia desain, ini adalah tempat belajar yang nggak bikin pusing.
Kontennya terasa seperti diajarin sama teman sendiri, bukan oleh expert
yang kaku.
Kenapa Kombinasi Ini Brilian?
Puisi dan Desain Grafis adalah
dua sisi dari satu mata uang: Kreativitas. aku secara tidak langsung
menunjukkan bahwa soft skills dan hard skills bisa berjalan
beriringan. Aku mengasah kepekaan emosinya lewat kata-kata, lalu menerapkannya
secara visual melalui desain. Ini adalah role model digital yang
inspiratif: Emosional sekaligus Efisien.
Get notifications from this blog
